Petualangan Penulis
31 Jul 2013by Unknown |
2
komentar
|
Assalamu’alaikum WR WB
Siji hal sing gak bakal dilalikke ambek (hamper) kabeh penulis blog personal ning ndonyo iki yaiku nulis identitas awake dewe. Terus opo-o kok kudu ngono? Opo-o kok gak usah wae? Opo untunge? Mesti kon kon kabeh sing durung tau gawe blog mikire koyo ngono. Tapi nek wis tau gawe, mesti mikire :: Nulis Writter Autobiography iku tujuane ben keren, ben eksis. Aku yo mikir koyo ngono rek. Tapi sing jelas tujuan utamane, ben kon kon kabeh sing moco tulisanku gak nganggep aku gak bertanggung jawab ambek tulisanku. Emang bener.. (WTF). Sek sek, opo kon mudeng ambek bahasaku? Iki boso Suroboyoan rek. Ben kon podo mudeng kabeh, tak ganti wae wis. Tapi sedurunge, aku ijin mesoh sek. Ben ketok Suroboyone sing asli hahahaha. Siji loro telu :: Janc*k! janc*k! c*k! c*k! suwun..
Kon iku sopo, Ri? (Kon=kamu)
Mahasiswa Keren – Calon Dirut PT PAL Indonesia dan Ketua Bajak Laut Internasional
Nama : Rizka Arie Hutama
TTL : Pati, 9 Desember 199x (x=567: (156+ (11x3)))
Jenis Kelamin : Perlu di gambar?
Tempat Tinggal : Pelosok Pati – Jawa Tengah
Hobi : Sketching, Skating, Editing Photo, Gaming,
Facebook : Rizka Arie Hutama
Twitter : @ra_hutama
Mengapa bikin blog Salah Jurusan, Ri?
Oke, aku klafirikasi, eits kla-ri-fi-ka-si dulu. Serius serius ini serius.. Ini sebenernya diambil dari pengalamanku sendiri sih. Begini ceritanya..
Sejak kecil aku emang pengen jadi dokter, bukan karena gajinya sih. Tapi karena dulu, jadi dokter itu sangat mainstrim. Pas SMP, aku mulai membuka pikiranku untuk hal hal lain. Aku mulai belajar gambar, seni, untuk mencari bakat bakat terpendamku. Tapi tetap saja, doktrin kuat dari orang tua dan pandangan pandangan positif dari orang lain tetap menjerumuskanku ke lubang yang sama. Kedokteran. Sampai SMA pun sebenarnya masih seperti itu. Meskipun ada opsi lain yang sangat kuat, menjadi ‘seniman’. Tapi sayangnya, orang tauaku amat sangat tidak mendukung sekali. Aku diijinkan untuk mendalami dunia seniku, tapi TIDAK untuk kuliah dibidang kesenian. Padahal disitulah passionku. Setiap kali aku menggoreskan pensil, atau menggerakkan mouse untuk sebuah hasil yang disebut karya seni aku sangat merasa puas, bahagia, bangga. Aku bangga dengan karyaku, semuanya. Aku suka dengan dunia seniku. Tapi semua itu hanya bisa aku pendam. Tak apalah.. Itu deritaku.
Saat SMA, aku pernah galau, setidaknya dua kali. Pertama, sebelum ujian. Kedua, setelah ujian. Sebelum ujian aku takut nilai ujianku hancur, karena masa SMA-ku begitu suram. Setelah ujian adalah masa galau selanjutnya. Karena saat itu, aku harus merelakan dunia seniku. Pikiranku mendorongku untuk memilih kedokteran, tapi hatiku tetap untuk seniku. Bagaimanapun seni akan kalah. Akhirnya aku daftar kedokteran. Tapi gagal. Disinilah puncak kegalauanku berlangsung. Why? Karena aku baru saja putus dengan pacarku. W*F! (Lupakan). Jelas aku galau karena 2 impianku tidak tercapai. Sampai akhirnya ada temanku yang sangat baik hati mengajakku mendaftar di jurusan terbaik se Asia Tenggara : Teknik Perkapalan ITS. Aku diterima, sayang sekali temanku belum beruntung. Awalnya memang tidak ada gambaran sama sekali aku masuk kedunia ini. Dunia yang setelah aku masuki ternyata berisi manusia manusia abnormal. Susah diceritakan keabnormalannya.
Kamu menyesal masuk Teknik Perkapalan, Ri?
Buat apa menyesal? Menyesal itu menyusahkan diri sendiri, betul? Dulu pas awal emang aku agak nggak tertarik dengan duniaku sekarang. Hawanya pengen pindah jurusan, haha. Tapi semakin lama, aku mulai merasa nyaman aja sama temen temenku sekarang. Mereka open minded semua. Meskipun banyak yang homo. Maklum gak ada ceweknya. Ada sih, tapi…. (???) Kalau masalah prospek, aku insyaAllah gak kuatir. Karena Indonesia emas 2045, dunia kelautan Indonesia diprediksi akan merajai dunia. Dan kendaraan dilaut tidak lain tidak bukan adalah kapal. Jadi intinya, dunia perkapalan Indonesia akan semakin lancar jaya. Sekarang saja, inovasi inovasi kapal ciptaan Indonesia banyak yang dipakai diseluruh dunia, apalagi 10 atau 20 tahun kedepan. Semakin mantab! Aamiin..
Jadi buat kamu yang udah baca postingan ini, aku harap tidak berfikir aneh aneh dengan judul blog yang sangat aneh ini. Sebenernya penulisnya juga aneh sih, tapi dia pintar sekali menutupi. Siapa sih? Ini adalah blog bebas, dan aku bebas berkarya disini. Sekarang aku tidak akan kehilangan seniku, dan aku akan tetap bisa raih masa depan cerahku. Bukan sebagai dokter. Aku minta maaf jika seberjalannya waktu nanti ada hal hal dari blog ini yang menyinggung atau menyakiti hati kalian. Sekian dulu,
Ada sedikit kutipan, sekaligus pelajaran berharga bagi kita semua ::
“Kini aku tahu, Allah menuntunku ke jalan yang terbaik untukku. Karena disini aku bebas berkarya”
Wassalamu’alaikum WR WB
Salam Penulis, Arie

2 komentar:
buku album kenanganku sing mbok gawekke ilang cuk.. aku ntuk misuh neng blog kon ra? suempak jancukkk jancikk, HAHAHAHA
wis mbuk wenehke bu joyce paling hahaha
mesoh ae rek,,sopo sing ngajari elek ngono?
Posting Komentar