TRG tak berakhir semudah "ITU"
12 Jan 2014by Unknown |
1 komentar
|
Label:
Kafir
TRG tak semudah itu. TRG tak
sekedar menggambar di kertas A0++, tak cukup sekali dua kali ganti kertas, tak
sekedar dengan asistensi tiap minggu, tak cukup dengan seminggu+sebulan
mengerjakan, tak cukup dengan mata yang selalu melotot, tak cukup dengan pacar
yang selalu ngomel karena merasa diduakan [untung
aku jombloo wahahahaa], tak sekedar mengumpulkan gambar TRG kemudian tidur
nyenyak diatas genteng, tak cukup dengan pensil, penghapus, penggaris dan mal.
TRG tak cukup dengan hanya misuh satu kali dua kali tiga kali, tapi berkali kali! [Aduh garisku miring, JANC*K!] [JANC*K! gak streamline] [C*K,
asistensinya PHP] [JANC*K! ... dan
masih banyak lagi]
Setelah lebih dari 4 bulan
pacaran sama pensil, mulai sekarang aku naik level. PACARAN SAMA MOUSE! [Tikus?] Bukan mouse yang itu, tapi yang
ini nihh..
Hampir tiap hari mulai dari minggu kemarin (2 Januari
2014) aku gelitikin terus tuh mouse yang serba item. Kemana mana aku bawa;
kejurusan, ke kontrakan temen, ke toilet [ya
nggak lah]. Buat apa? Buat ngerjain sesuatu yang katanya paling penting di
kapal. TABEL HIDROSTATIK! Saya juga bingung kenapa ini diamakan tabel. Jelas
jelas ini dalam bentuk kurva. Makanya saya sebut saja KURVA HIDROSTATIK. Jadi
kurva hidrostatik itu adalah kurva yang menunjukkan identitas kapal [mungkin semacam KTP kalo dalam bahasa
manusia]. Didalamnya itu terdiri dari banyak kurva; Cb, Cw, Cm, Cp, LCB,
LCF, Displacement, WSA, MSA, MTC, TBM, TKM, dan lainnya [jumlahnya 19 kurva]. [Apa
sih itu? Apa fungsinya?] Tiap tiap kurva beda artinya dan beda fungsinya. Misalnya
Cb (Coefficient Block) fungsinya untuk mengetahui harga perbandingan volume dispalsemen kapal
dengan balok yang memiliki Panjang = Lwl, Lebar = B, Tinggi = T,
gampangnya Cb itu untuk mengetahui tingkat kegendutan kapal. Selanjutnya, WSA
(Wetted Surface Area) fungsinya adalah untuk mengetahui luas badan kapal yang
basah. [Jadi kalau kapalnya kehujanan,
WSAnya berapa dong?] Dasar Goblok. Maksudnya itu permukaan basah yang
tercelup di air. Nah untuk pengertian lainnya, silakan cari sendiri di makam
Mbah GooGel..
Gampang gampang susah kalo mau
bikin kurva ini. Kalau niat mau bikin mulai dari nol bisa sampek kembang api
tahun 2015 meledak ledak dilangit sedangkan kamu, otakmu yang meledak karena kurva
ini. Kalo aku sih ambil enaknya aja, data punya kakak tingkat aja aku minta
buat referensinya [hahaha.. ketawa jahat]
Tinggal ganti data dikit, sedikit koreksi, dalam semalam semua selesai. Gampang
kan? GAMPANG GUNDULMUU…
Tak semudah ituu..
TRG tak semudah ituu..
HIDROSTATIK TAK SEMUDAH ITU !!!
Perjuanganku belum selesai meskipun
semalam aku tak mencium kasur. Aku masih belum bisa tidur nyenyak diatas
genteng meskipun mata sudah hamper copot. Disinilah dimulai perjuangan baru.
Perjuangan untuk revisi perhitungannya berkali kali agar dapat kurva yang
sesuai harapan. Sudah empat kali aku ganti kurva dan masih ada yang salah. Lima
kali asistensi dan selalu ada yang dicoret dari kur(F*CK) hidrostatik ini.
Mungkin aku yang bodoh, atau bisa jadi dosenku terlalu pintar. Maafkanlah
anakmu yang dungu ini Ibu.
Sejak Senin, 6 Januari sampai 10
Januari 2014 belum pernah aku mencium busuknya bau teman temanku dimeja kuliah.
Maklumlah, kebanyakan dari mereka tidak hobi mandi. Semua pasukan TA-ku
(TA=titip absen) aku kerahkan untuk memperjuangkanku dihadapan dosen. Semua itu
aku lakukan demi kur-F*CK! Hidrostatik ini. Setiap jam 10 pagi aku datang ke
Lab Hidrodinamika untuk menemui dosen tersayangku. Didalam lab itu bersama 3
teman seperjuanganku (Krisna, Kiki, Xylon) kami bertarung menghadapi musuh
terkuat yang hamper menjadi dewa (dosen). Dengan kacamatanya yang super tebal
itu, beliau teliti per lembar data data perhitungan kami yang jumlahnya ada 88
halaman. Beliau tanyakan satu per satu dari kami apapun yang ada dibenak
beliau. Mungkin itu adalah bentuk ujian yang selama ini senior senior kami katakan
kepada kami. [‘Dosenmu itu gak mungkin
kalau ngasih ujian cuma sehari dua hari, bisa sampai berhari hari.’ Itu kata
seniorku]. Sekarang adalah hari ke-5 aku asistensi dan disetiap
asistensiku, beliau selalu memberikan pertanyaan yang susah kepada kami. Dan
senin depan aku masih harus menghadap beliau untuk asistensi [eh.. ujian maksudku] yang ke-6. Mungkin
itu bisa yang terakhir, atau masih ada lagi selanjutnya.
Butuh usaha ekstra memang untuk
mata kuliah satu ini. Meskipun bobotnya 2 sks [seharusnya 24sks], tapi perjuangannya sudah kayak perjuangan para
pahlawan mendapatkan kemerdekaan. Mata, tangan, otak, semuanya diasah. Semua
ini kami perjuangkan dengan sungguh sungguh demi satu tujuan. ‘Suatu hari nanti
ketika kami sudah lulus dari institusi para pejuang ini, kami akan manjadi
NAVAL ENGINEER yang hebat. Yang mampu membuat kapal semacam ini..’
Yaa, doakanlah…
.jpg)

1 komentar:
Ealah awakmu iki ri? wkwkwk. Nice post!
Posting Komentar